Ogan Ilir – Sebelas santriwan SMA IT Raudhatul Ulum (SMAITRU) Islamic Boarding School mengikuti konferensi diplomasi pemuda internasional Global Youth Diplomacy Model United Nations (GYDMUN) 2026. Kegiatan berlangsung secara online pada Sabtu, 31 Oktober 2026, bertempat di Lab Komputer Putra SMAITRU Sakatiga.
Mereka telah mempersiapkan diri selama dua bulan dengan bimbingan intensif dari Mr. Moga Anggi Apria, S.Pd.
Berawal dari Keinginan Kuliah di Luar Negeri
Menurut Mr. Moga, "Keikutsertaan santriwan ini berawal dari obrolan beberapa santri yang ingin banget kuliah di luar negeri, tapi bingung bagaimana caranya," ujarnya.
Dari keinginan itulah persiapan dimulai. Selama dua bulan, para santriwan dilatih berbicara di depan umum, berdiplomasi, dan membahas isu global dalam bahasa Inggris.
Berperan Sebagai Diplomat 10 Negara
GYDMUN adalah simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pemuda berusia 11–26 tahun. Peserta berperan sebagai diplomat yang mewakili negara tertentu dan membahas isu global bersama peserta lain. Konferensi ini diselenggarakan oleh SejutaCita Foundation dan ramah bagi pemula. Sekitar 70 persen pesertanya baru pertama kali mengikuti ajang Model United Nations.
Pada konferensi ini, 11 santriwan SMAITRU mewakili 10 negara di empat komite:
WHO (World Health Organization)
* Dzaky Nailul Faiz – Saudi Arabia
* M Fikri Ramadhan – Malaysia
* M Ridho Attallah – Sweden
* Rahmat Kurniawan – El Salvador
* Rizqi Anugerah Ilahi – Colombia
* M Aji Noven – Singapore
UNHCR (Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi)
* Fakhri M Gunarto – Thailand
UNEP (Program Lingkungan PBB)
* M Fadhel Kiram – South Korea
* Zaki Valencia Ahmad – Pakistan
* Fatur Rahman Zulhusni – Thailand
DISEC (Komite Perlucutan Senjata dan Keamanan Internasional)
* M Kayolah Ananta – Kuwait
Harapan Diterima Lewat Jalur Beasiswa
Para santriwan berharap pengalaman ini menjadi bekal untuk mewujudkan cita-cita mereka. Tahun depan, mereka menargetkan bisa diterima kuliah di luar negeri melalui jalur beasiswa.
Berdiplomasi dalam bahasa asing dan mewakili sebuah negara dalam sidang simulasi PBB diharapkan memperkuat profil mereka saat mendaftar beasiswa kelak. SMAITRU mendukung penuh langkah ini sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang berprestasi, berwawasan global, dan tetap berakhlak Islami.


