Sakatiga – Dua santri SMA Islam Terpadu Raudhatul Ulum Sakatiga (SMAITRU) kembali menunjukkan kesiapan tampil di tengah jamaah. Pada salat Jumat hari ini, Jumat (6/11/2026), Muhammad Faris Uqail bertugas sebagai khotib, sementara Dzaky Nailul Faiz dipercaya menjadi imam.
Muhammad Faris Uqail adalah santri kelas XII A2 asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Adapun Dzaky Nailul Faiz adalah santri kelas XII A1 (kelas AIS) asal Kabupaten Lahat yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an 30 juz.
Khotbah Bertema Qana'ah
Dalam khotbahnya, Faris mengangkat tema "Qana'ah, Bukti Orang Beriman." Ia menjelaskan bahwa qana'ah adalah sikap merasa cukup dan ridha terhadap rezeki yang Allah berikan tanpa berhenti berikhtiar. Menurutnya, qana'ah bukan berarti pasrah atau malas bekerja, melainkan menerima hasil usaha dengan hati lapang dan penuh syukur.
Faris menyampaikan bahwa qana'ah lahir dari keyakinan bahwa Allah Maha Pemberi Rezeki dan mengatur rezeki setiap hamba-Nya dengan adil. Orang beriman akan tetap tenang meskipun hartanya tidak banyak, sedangkan orang yang tidak qana'ah akan selalu merasa kurang meskipun hartanya melimpah.
Ia juga mengingatkan bahwa kekayaan sejati bukan terletak pada banyaknya harta, melainkan pada kayanya hati, sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Dengan qana'ah, seseorang terhindar dari sifat serakah, iri, dan dengki, serta dari kebiasaan membandingkan diri secara berlebihan dengan orang lain, terutama di era media sosial yang kerap memicu gaya hidup konsumtif.
Di akhir khotbah, Faris mengajak jamaah untuk terus bersyukur, menjaga kejujuran dalam mencari nafkah, dan menjadikan qana'ah sebagai bagian dari akhlak sehari-hari, agar hidup lebih tenang dan berkah.
Buah dari Latihan dan Pendidikan di SMAITRU
Keberanian kedua santri tampil di hadapan jamaah merupakan hasil dari proses latihan dan pendidikan di SMAITRU. Melalui pembiasaan berlatih khutbah, memimpin salat, serta pembinaan Al-Qur'an dan akhlak setiap hari, santri dibentuk menjadi pribadi yang percaya diri, bertanggung jawab, dan siap berperan di tengah masyarakat.
Pengalaman ini menjadi salah satu bekal penting bagi santri dalam menjalani kehidupan di masa depan. Kelak, ketika kembali ke tengah masyarakat, mereka diharapkan menjadi teladan, penggerak kebaikan, dan pemimpin yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Apresiasi dari Kepala Sekolah
Kepala SMA Islam Terpadu Raudhatul Ulum Sakatiga, Evin Winata, S.Pd., M.M., mengungkapkan rasa bangga atas keberanian para santri tampil di hadapan jamaah dalam menjalankan tugas sebagai khotib dan imam salat Jumat hari ini.
Ia berharap seluruh santri semakin giat berlatih agar kelak dapat bergiliran tampil menjadi petugas, baik sebagai imam, khotib, maupun tugas-tugas lain seperti pembawa acara (MC), pembaca doa, pemimpin tahlil, dan sebagainya.
SMAITRU berharap semakin banyak santri tumbuh sebagai generasi Qur'ani yang berilmu, berakhlak mulia, dan berani tampil dalam kebaikan.
penulis : Baba Raya
#SMAITRU
#SantriBerprestasi
#HafidzQuran
#SantriMemimpin


